Gangguan dan Rintangan Komunikasi
 09 Jun 2015 15:35  Pengetahuan  Pendidikan

Komunikasi adalah elemen penting dalam kehidupan sosial manusia.  karena tanpa komunikasi maka peradaban manusia tidak akan tercipta. Selain itu, dengan komunikasi, banyak hal yang akan diperoleh manusia  yaitu pertukaran informasi, ilmu pengetahuan, hiburan, dan empati.    

Komunikasi adalah elemen penting dalam kehidupan sosial manusia.  karena tanpa komunikasi maka peradaban manusia tidak akan tercipta. Selain itu, dengan komunikasi, banyak hal yang akan diperoleh manusia  yaitu pertukaran informasi, ilmu pengetahuan, hiburan, dan empati.    

Karena pentingnya komunikasi maka komunikasi harus dibuat seefektif mungkin.  Caranya dengan meningkatkan pengetahuan tentang ilmu komunikasi dan mengurangi gangguan atau rintangan/hambatan komunikasi. Komunikasi disebut efektif jika pesan komunikator (pemberi pesan) sampai ke komunikan (penerima pesan) dengan pemahaman yang benar atau dengan kata lain tidak terjadi miskomunikasi.

Jika kita melihat hakikat komunikasi sebagai suatu sistem, maka gangguan komunikasi bisa terjadi pada semua elemen atau unsur-unsur yang mendukungnya, termasuk faktor lingkungan dimana komunikasi itu terjadi.  Menurut Shannon dan weaver (1949) gangguan komunikasi terjadi jika terdapat intervensi yang mengganggu salah satu elemen komunikasi, sehingga proses komunikasi tidak dapat berlangsung secara efektif.  Sedangkan rintangan komunikasi dimaksudkan ialah adanya hambatan yang membuat proses komunikasi tidak dapat berlangsung sebagaiamna harapan komunikator dan penerima.

Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, gangguan adalah suatu hal, getaran atau gelombang yang mendistorsi pengiriman pesan dalam proses komunikasi.  Gangguan menyebabkan perbedaan antara pesan yang diterima oleh penerima (receiver) dengan pesan yang dikirimkan oleh sumber (source).

Rintangan komunikasi dimaksudkan ialah adanya hambatan yang membuat proses komunikasi tidak dapat berlangsung sebagaiamna harapan komunikator dan penerima.

Meski gangguan komunikasi dapat dibedakan, tetapi sebenarnya rintangan komunikasi bisa juga terjadi disebabkan karena adanya gangguan.  Menurut Hafield Cangara, Gangguan atau rintangan komunikasi pada dasarnya dapat dibedakan atas tujuh macam, yakni :

1.    1. Gangguan Teknis

2.    2. Gangguan semantik

3.    3. Gangguan psikologis

4.    4. Rintangan fisik atau organik

5.    5. Rintangan status

6.    6. Rintangan kerangka berpikir

7.    7. Rintangan budaya

Gangguan teknis terjadi jika salah satu alat yang digunakan dalam berkomunikasi mengalami gangguan, sehingga informasi yang ditransmisi melalui saluran mengalamai kerusakan (channel noise).  Misalnya gangguan pada stasiun radio atau TV, gangguan jaringan telepon, rusaknya pesawat radio sehingga terjadi suara bising dan semacamnya.

Gangguan semantik ialah gangguan komunikasi yang disebabkan karena kesalahan pada bahasa yang digunakan (Blake, 1979). Gangguan semantik sering terjadi karena :

1.    1. Kata-kata yang digunakan terlalu banyak memakai jargon bahasa asingsehingga sulit dimengeri oleh khalayak tertentu. 

2.  Bahasa yang digunakan pembicara berbeda dengan bahasa yang digunakan penerima.

3.    2. Struktur bahasa yang digunakan tidak sebagaimana mestinya, sehingga membingunkan penerima.

4.      3.   Latar belakang budaya yang menyebabkan salah persepsi terhadapa simbol-simbol bahasa yang digunakan.

Banyak kecelekaan trasportasi udara terjadi karena karena kesalahan semantik. Misalnya dalam bulan januari 1990 pesawat Aviance dengan nomor penerbangan 52, telah mengalamai kecelakaan pendaratan di Kennedy International Airport New York (AS).

Kecelakaan ini terjadi karena kesalahan pengertian bahasa.  Pilot yang mengawaki pesawat Aviance menyampaiakan pesan kepada pengatur lalu lintas udara di bandara 45 menit sebelum pesawat mendarat bahwa, “ we need priority, we are low on fuel” (kami memerlukan prioritas dalam keadaaan bahan bakar yang terbatas).  Karena kata priority diartikan lain oleh petugas bandara bukan emergency dalam keadaaan darurat, dan masih tersedia bahan bakar yang cukup meski dalam keadaan terbatas, maka pesawat tidak diberi kesempatan mendarat lebih awal. Akibatnya pesawat meledak di udara dan 73 orang tewas dalam peristiwa tragis ini.

Ketika diselidki oleh dewan keamanan transportasi udara amerika serikat yang dipimpin langsung oleh lee diikinson, ditemukan bahwa pilot dalam kehidupan sehari-harinya memakai bahasa spanyol.  Karena itu bahasa inggris yang digunakan dinilai tidak dalam keadaan darurat sekalipun dikatakan memerlukan prioritas.

Kesalahan semantik ini dapat digambarkan dalam cerita di bawah ini :

Dani, seorang mahasiswa asal lampung baru saja berliburan di tanah kelahiranny. Ia membawa oleh-oleh berupa makanan khas daerahnya bernama kemplang. Ditempat kost-nya ia menawari ari, temannya orang jawa.

Ari           : “Hei, kapan datang dari Lampung?”

Dani        : “Tadi malam. Oh, iya, mau oleh-oleh, nggak?”

Ari           : “Mau, dong.  Kamu bawa oleh-oleh apa?”

Dani        : “Kamu mau kemplang?”

Ari      : “Nggak. Enak aja. Emangnya saya salah apa mau dikemplang segala?”

Selain rintangan semantik, juga terdapat rintangan psikologis.  Rintangan psikologis terjadi karena adanya gangguan yang disebabkan oleh persoalan-persoalan dalam diri individu.  Misalnya rasa curiga penerima kepada sumber, situasi berduka atau karena gangguan kejiwaan sehingga dalam penerimaan dan pemberian informasi tidak sempurna.

Rintangan fisik ialah rintangan yang disebabkan Karena gangguan geografis misalnya jarak yang jauh sehingga sulit dicapai, tidak adanya sarana kantor pos, kantor telepon, jalur transportasi dan semacamnya.  Dalam komunikasi antar manusia, rintangan fisik juga diartikan karena adanya gangguan organic, yakni tidak berfungsinya salah satu pancaindra pada penerima.

Rintangan status ialah rintangan yang disebabkan karena jarak sosial diantara peserta komunikasi misalnya perbedaan status antara senior dan yunior atau atasan dan bawahan.  Perbedaan seperti ini biasanya menuntun prilaku komunikasi yang selalu memperhitungkan kondisi dan etika yang sudah membudaya dalam masyarakat, yakni bawahan cendrung hormat pada atasannya, atau rakyat pada raja yang memimpinnya.

Rintangan kerangka berpikir ialah rintangan yang disebabkan adanya perbedaan persepsi antara komunikator dan khalayak terhadap pesan yang digunakan dalam berkomunikasi.  Ini disebabkan karena latar belakang pengalaman dan pendidikan yang berbeda.  Dalam studi yang pernah dilakukan oleh William (1974) tentang efektifitas pembaharuan KKN cendrung menggunakan kerangka berpikir teoritis, sedangkan penduduk desa cendrung berpikir pada hal-hal yang bersifat praktis.  William lebih jauh mengatakan bahwa, rintangan yang sulit diatasi pada hakikatnya berada antara pikiran seseorang dengan orang lain.

Rintangan budaya adalah rintangan yang terjadi disebabkan karena adanya perbedaan norma, kebiasaan dan nilai-nilai yang dianut oleh pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi.  Di Negara-negara sedang berkembang masyarakat cendrung menerima informasi dari sumber yang banyak memiliki kesamaan dengan dirinya, seperti bahasa, agama dan kebiasaan-kebiasaan lainnya.

Contoh lain, di Asia termasuk Indonesia, lazimnya rumah-rumah terbagi menjadi tiga wilayah : wilayah sosial, seperti teras dan ruang depan (untuk tamu); wilayah keluarga seperti ruang tengah (ruang keluarga), dapur dan teras belakang; wilayah sakral untuk berhubungan dengan zat yang disembah, misalnya mushalla bagi keluarga muslim.  Bagi orang Barat, rumah ala Timur terkesan lebih tertutup, lebih kaku, dan lebih rumit.  Dalam budaya Barat, kesemua wilayah tersebut tampaknya lebih berhubungan, sehingga tidak mengherankan jika dari ruang tamu, kita juga bisa melihat raung keluarga, dapur dan kamar mandi sekaligus. 

Maka sering terjadi kesalahfahaman jika orang Timur bertamu ke rumah orang Barat dan dterima disebuah ruangan yang didalamnya terlihat bagian dapur, kamar mandi maupun ruang kelurga sekaligus.  Orang Timur merasakan kikuk atau suasana hati yang kurang pas dengan kebiasaannya. 

Sedangkan menurut Prof..Onong Uchjana Effendy, MA dalam bukunya Ilmu,Teori dan Filsafat Komunikasi, ada 4 jenis hambatan komunikasi, yaitu :

1.    Gangguan

Ada dua jenis gangguan terhadap jalannya komunikasi yang menurut sifatnya dapat diklasifikasikan sebagai gangguan semantik  dan mekanik.

Gangguan semantic

Gangguan jenis ini bersangkutan dengan pesan komunikasi yang pengertiannya menjadi rusak.  Gangguan semantic tersaring dalam ke dalam pesan melalui penggunaan bahasa.  Lebih banyak kekacauan mengenaipengertian suatu istilah atau konsep yang terdapat pada komunikator, akan lebih banyak gangguan semantic dalam pesannya.  Gangguan ini dalam salah pengertian.

 

A. Gangguan mekanik

Gangguan yang disebabkan oleh saluran komunikasi atau kegaduhan yang bersifat fisik.

 

2.    B.      Kepentingan

Kepentingan akan membuat seseorang selektif dalam menanggapi atau menghayati suatu pesan.

 

3.    C.       Motivasi terpendam

Motivasi akan mendorong seseorang berbuat  sesuatu yang sesuai benar dengan keinginan, kebutuhan dan kekurangannya.  Semakin sesuai komunikasi dengan motivasi seseorang semakin besar kemungkinan komunikasi itu dapat diterima dengan baik pihak yang bersangkutan. Sebaliknya, komunikan akan mengabaikan suautu komunikasi yang tidak sesuai dengan motivasinya.

 

4.    D.      Prasangka

Prasangka merupakan salah satu rintangan dan hambatan yang berat bagi suatu kegiatan komunikasi oleh karena orang yang mempunyai prasangka belum apa-apa sudah bersikap curiga dan menentang komunikator yang hendak melancarkan komunikasi.

 

A.   Cara mengatasi gangguan dan rintangan komunikasi

Ada beberapa cara untuk mengatasi gangguan dan hambatan komunikasi antara lain :

1.    Gunakan umpan balik (feed back), setiap orang berbicara memperhatikan umpan balik yang diberikan lawan bicaraya bak bahasa  verbal maupun non verbal, kemudian memberikan penafsiran terhadap umpan balik itu secara benar.

2.   1. Pahami perbedaan individu dan kompleksitas individu dengan baik.  Setiap individu adalah pribadi yang khas yang berbeda baik dari latar belakang psikologis, social, ekonomi, budaya dan pendidikan.  Dengan memahami maka seseorang dapat menggunakan taktik yang tepat dalam berkomunikasi.

3.  2. Gunakan komunikasi langsung (face to face), komunikasi langsung dapat mengatasi hambatan komunikasi karena sifatnya lebih persuasif. Komunikator dapat memadukan bahasa verbal dan non verbal. Selain kata-kata yang selektif, dapat juga menggunakan kontak mata, mimik wajah, bahasa tubuh lainnya dan meta-language (isyarat di luar bahasa). Yang membuat komunikasi dapat berdaya guna.

4.    3. Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah.  Kosa kata yang digunakan hendaknya dapat dimengerti  dan dipahami.  Jangan menggunakan istilah-istilah yang sukar dimengerti pendengar.  Gunkan pola kalimat yang sederhana (kanonik) Karena kalimat yang banyak mengandung anak kalimat akan sulit dimengerti.

 

Dengan mengetahui  gangguan/hambatan komunikasi maka kita akan lebih bijak dalam berkomunikasi. Gangguan/hambatan komunikasi bisa diminimalisir, dengan demikian apa yang menjadi tujuan berkomunikasi berupa penyampaian pesan bisa diterima dan difahami dengan benar oleh komunikan. 

Memang ada faktor-faktor gangguan komunikasi yang tidak bisa dihindari, misalnya ganguan teknis media komunikasi karena pengaruh cuaca atau yang lainnya, namun faktor-faktor yang lainnya seperti gangguan semantic, psikologis, fisik/organic, kerangka berpikir dan budaya bisa dihindari dengan cara belajar mengatasi hambatan tersebut.


Daftar Pustaka : 

Cangara, Hafield. 2004. Pengantar ilmu komunikasi, Jakarta : PT. Raja Grafindo persada.

Husnul, Ade. 2008. kiat berkomunikasi yang baik, Bogor:  Regina.

Mulyana, Deddy.  2004. Komunikasi Efektif. Bandung: Remaja Rosdakarya.


(Tulisan ini disadur dari salah satu tugas makalah Ilmu Komunikasi,prodi KPI- Fakultas Dakwah- IAI Al azis)