Plaza Indonesia Film Festival 2017
 22 Feb 2017 00:00  Film  Berita  Film

Beberapa film-film berkualitas akan ditayangkan, 3 diantaranya film Indonesia dan 3 lainnya film luar negeri seperti Film Salawaku, Ziarah dan Bukaan 8, The Red Turtle, One Wild Moment dan Sing Street

Plaza Indonesia Film Festival 2017 Hadirkan Film-film Berkualitas

Hari ini saya mendapat undangan dari panitia event Plaza Indonesia Film Festival untuk meliput acara Jumpa Pers sekaligus menyaksikan Gala Premier Film Salawaku, salah satu film dari sekian film yang akan tayang nanti di PIFF.

Bersama 6 blogger TDB (taudariblogger) saya hadir di sana. Tepat pukul 5 sore, meja registrasi mulai dibuka. Beberapa media dan pengunjung terlihat memadati Hall dan lobby XXI Plaza Indonesia yang terletak di Lantai 6.

Di beberapa sudut sudah ada beberapa panitia yang stand by melayani pemberian tiket. Memang ada sedikit masalah ketika salah satu panitia tidak bersahabat dengan para blogger dan terlihat menomorduakan kami lebih memprioritaskan media atau pers. Blogger baru boleh mendapatkan jatah tiketnya setelah semua media sudah dapat tiket. Panitia seakan mempersulit blogger, ungtunglah panitia segera sadar dari kekhilafannya dan segera meminta maaf pada kami dan akhirnya semua puas win win solutuon. So, blogger pun bisa mengikuti rangkaian acara PIFF dengan nyaman. 


Oh iya, sekedar informasi, bahwa Plaza Indonesia Film Festival (PIFF)  akan berlansung selama tiga hari, mulai 22 s.d 24 Februari 2017. Beberapa film-film berkualitas akan ditayangkan, 3 diantaranya film Indonesia dan 3 lainnya film luar negeri seperti Film Salawaku, Ziarah dan Bukaan 8, The Red Turtle, One Wild Moment dan Sing Street.

Salah satu yang menarik adalah film Salawaku, film yang baru saja meraih penghargaan internasional di Tokyo Film Festival dan beberapa penghargaan di dalam negeri.

Salawaku adalah film karya sutradara Pritagita Arianegara yang mengambil lokasi syuting di pulau Seram Maluku. Film ini berkisah tentang bocah usia belasan tahun bernama Salawaku (diperankan Elko Kastanya). Salawaku yatim piatu dan hanya memiliki satu kakak perempuan bernama Binaiya (Raihaanun). Perempuan ini kabur dari kampung halamannya dan memilih tinggal dan bekerja di Piru. Salawaku berniat mencari kakaknya dengan berbekal sampan curian milik tokoh terkemuka yang dipanggil Ulupatu. Dalam perjalanannya mengayuh sampan tiba-tiba Ia bertemu dengan Saras (diperankan Karina Salim), gadis yang sedang termangu diam dengan tatapan kosong di sebuah pantai. Perempuan ini berasal dari Jakarta yang sedang berlibur di Pulau Seram.  Pertemuan keduanya membuka Petualangan baru untuk bersama-sama mencari dimana Binaiya berada. 

Film Salawaku sederhana tapi memikat. Menonton film Ini seperti sedang mengajak saya melihat sisi lain Indonesia, yakni Pulau Seram, Maluku. Selain karena ceritanya yang juga menarik, kita akan tergoda untuk mendatangi pulau ini sebab keindahan alamnya. Pulau Seram dipenuhi dengan bukit dengan hamparan savana, pantainya indah serta pemandangan terumbu karang yang eksotik. Mungkin ini salah satu alasan kenapa film ini mendapat apresislasi di Tokyo Jepang.

Nah, tertarik menonton kisah lengkap film ini? Caranya gampang, kamu bisa daftar melalui email piff@plazaindonesia.com.