Tips Menggali Ide Pembuatan Film Pendek dari Sutradara KMGP Firman Syah
 18 Mar 2017 00:00  Berita  Film

Ide itu penting dalam pembuatan film, secanggih apapun peralatan kita jika tidak dibarengi oleh ide yang baik hasilnya pun kurang menarik


Hujan tidak menyurutkan langkahku menghadiri workshop film di Bilangan Kuningan, Jakarta Selatan Sabtu pagi tadi (18/3/2017). Agenda yang sudah ku jadwalkan jauh jauh hari sebelumnya.

Workshop ini  penting bagiku meskipun aku bukan pembuat film, juga bukan mahasiswa perfilman, tapi ada hubungannya dengan profesiku sebagai blogger film (hattamksr.blogspot.co.id), Kedua, pembicaranya terdapat nama-nama sineas yang sudah familiar di Indonesia seperti Aditya Gumai, Hilman Mutasi dan Firman 'Immank' Syah sutradara film Ketika Mas Gagah Pergi.

Workshop yang dibalut dalam sebuah even bernama I Create ini digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bakrie, Jakarta. Event selama dua hari ini khusus membahas film mulai dari ide, menulis skenario sampai penyutradaraan dengan narasumber kompeten.

Salah satu yang menarik dibahas adalah tentang cara menggali dan mengembangkan ide pada pembuatan film pendek dibawakan oleh Firman Syah, sutradara Film Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) dan film berjudul Duka Sedalam Cinta (on process).

"Jangan coba-coba membuat film pendek tanpa ide," katanya memulai presentasinya.

Menurutnya ide itu penting dalam pembuatan film, secanggih apapun peralatan kita jika tidak dibarengi oleh ide yang baik hasilnya pun kurang menarik. 

Lantas bagaimana Teknik menggali membuat ide menjadi film pendek yang bisa menjadi viral atau buah bibir?

Ini langkah-langkahnya menggali dan mengembangkan ide pembuatan film pendek, yakni :

1. Temukan Tema dan pesan moral film. Ada banyak tema yang bisa diangkat misalnya cinta, persahabatan, kesetiaan, kejujuran, amanah dan lain-lain.

2. Buat Imajinasi caranya dengan membuat banyak pertanyaan terhadap sebuah situasi contohnya apa yang akan aku lakukan jika, bagaimana kalau, apa sikap saya jika dan seterusnya.

3. Buat Dramatisasi dengan membuat peristiwa lebih berkesan, lebih mengharukan, menambahkan konflik serta hambatan-hambatan dalam cerita.

4. Lakukan pengamatan sosial. Bisa dengan mengamati sekeliling kita pada pengemis, gelandangan, pengalaman masa lalu, permainan anak-anak, korupsi dan lain-lain.

5. Sumber inspirasi. Ide bisa didapatkan dengan membaca cerpen, puisi, pantun, pepatah, status di medsos orang lain dan berita di koran atau televisi.

Tips lainnya dalam pembuatan film pendek antara lain fokus di ending, jangan puas dengan ide yang ada harus digali terus, jangan banyak basa basi, intronya jangan terlalu panjang, durasi tidak terlalu lama karena ini bukan film panjang. Selain itu, Firman juga mengatakan bahwa jangan buru-buru ketika akan membuat film karena proses kreatif itu memakan waktu lama, hasil film yang kita saksikan ibarat fenomena gunung es, apa yang terlihat hanya puncaknya saja (hasilnya) padahal dibalik itu melibatkan proses panjang dan ribet karenanya kita harus bersabar mengulik ide dan menggarapnya menjadi sebuah film.

Kita juga harus 'Think Out of The Box, katanya lagi, jika ide buntu atau mentok maka cari jalan keluarnya dengan berani mencoba hal-hal baru. 

Satu lagi, ide yang menarik bisa diangkat misalnya cerita tentang hidup dan perjuangan, munculkan hambatan atau konflik dan solusi mengatasi masalah di film pendek. Sekian...