Asal Usul Kata Bangkrut
 07 Jan 2017 06:00  agama  Inspirasi

xxxx

Kisah ini dimulai tatkala Bangsa Yahudi menjadi budak di Babilon (kini bernama Irak) sesaat setelah Raja Nebukadnezar menyerang Babilon dan meratakannya dengan tanah. Itulah masa perbudakan pertama dalam sejarah umat manusia. Baru Setelah Persia (kini dinamakan Iran) menyerang Babilon dan mengalahkan Nebukadnezar, orang-orang Israil dibolehkan lagi pindah ke Yerusalem. Sejak itulah bangsa Israel menyebut dirinya bangsa Yahudi, sebuah nama yang dinisbatkan kepada Yehuda salah seorang saudara Nabi Yusuf, putra Nabi Ya'qub.

Di Yerusalem telah berdiri sebuah bangunan bernama Masjid Aqsha atau Masjid Sulaeman. Dalam literatur Barat, Masjid ini dibangun oleh Raja Herod (Raja Yahudi keturunan Arab yang diangkat oleh Romawi) disebutnya dengan nama the second Temple. Sementara, the first temple-nya adalah masjid yang dibangun oleh Nabi Sulaeman.

Tidak berapa lama setelah Masjid Aqsha ini dibangun, lahirlah Nabi Isa. Melihat bangunan masjid yang begitu mewah dan megah, Nabi Isa mengutuknya. Bukan apa-apa, Masjid Yerusalem yang megah itu ternyata tidak dimamfaatkan sebagaimana layaknya tempat ibadah tapi justru digunakan oleh bangsa Yahudi sebagai pusat kegiatan lintah darat (rentenir/praktik riba). Memang saat itu sebagian orang Yahudi dikenal sebagai lintah darat.

Nabi Isa (Iesus) marah melihat kondisi masjid tersebut, sambil keluar dari ruangan masjid, Ia mengutuk ,"kalau begini, ini (Masjid Yerusalem) akan hancur," kata Nabi Isa berang sambil menendang bangku-bangku lintah darat itu. Bangku-bangku itu pun roboh dan hancur berantakan. Nah, bangku roboh itu dalam bahasa latin disebut bancrotta yang kemudian menjadi kata bangkrut seperti yang kita kenal sekarang ini. Orang Indonesia sejatinya tidak mengenal istilah bangkrut dalam berdagang karena orang Indonesia dulu waktu berdagang tidak memakai bangku tapi tikar sehingga istilah rugi disebutnya gulung tikar.

By the way, kutukan Nabi Isa pada orang Israel terbukti pada tahun 70 Masehi saat Kaisar Titus dari Roma menyerbu kota Yerusalem dan meratakannya dengan tanah. Itulah kisah asal usul kata bankrut, hikmah yang kita bisa ambil adalah makmurkan masjid menjadi tempat membangun moral dan ekonomi, kedua semoga kita bisa mengambil pelajaran bahwa bangkrut tidak selalu berarti rugi dalam materi namun bisa juga bangkrut spiritual. Semegah apapun tempat ibadah kita tidak akan memberikan kemaslahatan jika di dalamnya tidak dimamfaatkan untuk membangun akhlak dan moral ummat. 
Lantas apa pesan Tuhan agar kita terjauh dari kebangkrutan? Jawabnya ada di ayat ini 

"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di surga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS. ash-Shaff: 10-12).

* Inspirasi dari buku berjudul "Ensiklopedi Nurcholish Madjid" karya Budhy Munawar Rachman.