Jokowi, Jangan jadi Kutu Loncat
 14 Oct 2013 04:28  DKI 1 only  Kolom  Opini

Politik itu menggiurkan, betapa tidak, banyak fasilitas yang diperoleh jika terjun ke dunia politik.  Bisa ini bisa itu.

Politik itu menggiurkan, betapa tidak, banyak fasilitas yang diperoleh jika terjun ke dunia politik.  Bisa ini bisa itu. Nyaman dan aman, kemana mana pakai pengamanan super body guard. Tidak terkecuali jika jadi RI 1, semua biaya hidup ditanggung Negara dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi , memperolhe asuransi kesehatan, dan asyiknya lagi kemana-mana pakai pesawat kepresidenan.  Alangkah indahnya jadi presiden.
Hampir Semua politisi menginginkan itu, mencari ‘segala’ cara, untuk mengiklankan diri, menjual  image baik dan pro rakyat. Syndrome kutu loncat juga sudah mulai menjangkiti Jokowi.  Jokowi mulai mulai tergiur untuk menjadikan dirinya RI 1 seperti  berita yang dilansir oleh news.okezone.com beberapa hari yang lalu yang memberitakan bahwa   Jokowi sudah menyatakan dirinya siap jadi RI 1 jika diusung oleh PDIP bukan yang lain. 
Memang tidak ada salahnya Jokowi menjadi presiden, hak semua warga untuk mengajukan dirinya sebagai presiden.  Hanya saja Jokowi  harus mengetahui bahwa kepemimpinannya  sebagai Gubernur DKI  baru seumur jagung alias satu tahun, apa yang sudah dia hasilkan selama kepemimpinan ini, Jakarta masih macet total, ini bukan ilusi tapi kita rasakan sehari-hari, MRT yang masih wacana, banjir masih mengancam Jakarta, belum lagi kriminalitas yang masih tinggi serta banyak PR Jokowi Ahok yang belum tuntas.  Belum ada tanda-tanda prestasi yang signifikan  untuk warga DKI. Prestasinya  baru sebatas membagi-bagi KJS (kartu Jakarta Sehat ) dan KJP (kartu Jakarta Pintar), prestasi lainnya  nihil. 
Dengan demikan apakah kita akan mendukung Jokowi jadi presiden dengan presetasi yang masih ala kadarnya? Masyarakat tentu sudah cerdas menilai dan melihat  untuk tidak mau terjebak hanya sekedar dinina-bobokan oleh angin syurga “image” yang coba dijual oleh media online serta beberapa konco-konconya.  Bukankah kita sudah seringkali kecele dengan  image dan tebar pesona para pesolek politik, SBY contohnya, apa yang sudah kita dapatkan dengan dua periode kepimimpinannya, selain album lagu dan  ketidak jelasan penyelesaian kasus –kasus besar di Tanah air seperti kasus Bank Century, konfilk kerusuhan SARA di Sampang dan Jember serta sengketa rumah ibadah bekasi dan Bogor. Dan Banyak Lagi.
Jokowi  harus bijak melihat dirinya, jangan karena ambisi dan pragmatisme, akhirnya dia meninggalkan amanah dan janji yang pernah Ia utarakan saat kampaye untuk membenahi Jakarta.  Membenahi kesemrawutan transportasi Jakarta, kebobrokan birokrasi dan penataan Lingkungan Hidup.  Jika itu semua sudah terlaksana dan tercapai, go ahead mister Jokowi, silahkan anda menjadi RI 1.